Tidak asing bagi para pengikut kabar berita di Indonesia bahwa baru-baru
ini terungkap kasus perbudakan buruh di tanah air. Seperti banyak
berita tragis tentang perbudakan ini yang dapat ditemukan di
http://www.tempo.co untuk keyword pencarian "perbudakan buruh", tidak
hanya pelaku yang terjerat berbagai beban namun ternyata pelaku juga
menanamkan dampak negatif yang tidak ringan pada korban-korbannya.
Korban dari perbudakan ini berjumlah sepuluh orang (bukan jumlah asli),
namun sembilan diantaranya mengalami trauma untuk melapor ke pihak
berwajib. Setelah mereka berhasil melarikan diri, mereka menyegerakan
diri untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Namun keluar dari
Cianjur (tempat kejadian) sembilan dari sepuluh korban tidak melapor
kepada pihak berwajib karena mereka syok, trauma dan takut bilamana sang
pengawas akan menemukan mereka. Salah satunya bertutur seperti yang
dikutip oleh http://www.tempo.co bahwa "Meskipun sudah jauh dari
Tangerang, kami masih syok setiap melihat ada
aparat berseragam. Kami memilih diam karena takut kalau kami akan
ditangkap seperti ancaman aparat itu pada kami dan buruh lain jika
berani kabur," kata sang korban. Namun beberapa dari korban adalah
anak-anak yang sekarang sudah dalam penanganan pemerintah untuk
disekolahkan disebuah SMK dan yang lainnya diberikan pekerjaan setelah
kondisi mereka pulih.
Pabrik panci yang beridiri di kota Tangerang ini selalu lolos dari
tangkapan pihak aparat, pasalnya mereka mempunyai pihak yang dapat
melindungi mereka. Namun seperti yang dicantumkan oleh
http://www.tempo.co bahawa Kepolisian Resor Kota Tangerang hingga saat
ini belum menetapkan tersangka aparat yang membekingi pabrik panci CV
Sinar Logam milik Yuki Irawan, 41 tahun. Dugaan aparat yang menjadi
beking pabrik panci malah terkesan mengendor.
"Sedang kami dalami. Lebih baik lambat tapi tepat, daripada cepat
tetapi tidak tepat," kata kepala Kapolres Kota Tangerang, Komisaris
Besar Bambang Priyo Andogo, Selasa, 21 Mei 2013. Namun masalah ini masih
terus berlanjut tanpa akhir yang jelas dikarenakan belum terungkapnya
bukti dibalik kasus pembekingan ini. Namun kasus ini terus menjadi panas
karena ada pihak aparat yang terkait dalam pembekingan ini. Semua dapat
dilihat dengan jelas di
http://www.tempo.co/read/news/2013/05/21/214482053/Beking-Bos-Panci-Tak-Juga-Jadi-Tersangka,
bahwasanya pihak aparat dan pihak pelaku masih berusaha keras untuk
saling menjatuhkan masing- masing argumen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar