Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Jakarta,
Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) karena telah terjadi
pelanggaran terhadap kebijakan pengendalian BBM bersubsidi.
"Pada
pelaksanaannya, kebijakan pengendalian BBM bersubsidi masih kurang
efektif. Akibatnya, terjadi kelangkaan BBM jenis premium," kata anggota
Satgas Pengawasan dan Pengendalian BBM Bersubsidi Badan Pengawas Hilir
Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas, Joko Siswanto, di Jakarta, Senin
(26/11).
Penyaluran BBM bersubsidi, menurut Joko, telah melampaui
kuota karena kelalaian Pertamina. BUMN Migas ini telah melanggar
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 tahun 2012 tentang harga jual
eceran dan konsumen pengguna jenis bahan bakar minyak tertentu.
"Karena
Pertamina melanggar Perpres No.15 tahun 2012 dalam menyalurkan BBM
bersubsidi, mengakibatkan over kuota penyaluran ke pihak stasiun
pengisian bahan bakar (SPBU)," ujarnya.
Dalam Anggaran Pendapatan
Belanja dan Negara (APBN) 2012, kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebesar
40 juta Kilo liter (KL) dan pada September 2012 kemudian ditambah
sebesar 4,04 juta KL sehingga total menjadi 44,04 juta KL, dengan 43,9
juta KL di antaranya menjadi tanggung jawab Pertamina, dengan rincian
27,8 juta KL Premium, 14,9 juta KL Solar, dan 1,2 juta KL Kerosene.
Hingga
20 November 2012 realisasi penyaluran BBM bersubsidi masing-masing
mencapai 24,9 juta KL Premium, 13,7 juta KL Solar, dan 1,1 juta KL
Kerosene.
Artinya telah terjadi kelebihan penyaluran terhadap
kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4
persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi kelebihan kuota sampai
akhir 2012.
Jika mengacu pada surat Badan Pengatur Hilir Minyak
dan Gas Bumi (BPH Migas) tertanggal 7 November 2012 perihal Pengendalian
Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, penyaluran BBM bersubsidi
dilakukan dengan membagi sisa kuota masing-masing daerah dengan jumlah
hari yang tersisa mulai 19 November hingga 31 Desember 2012.
sumber : http://www.imq21.com/news/read/107521/20121126/111601/Kelangkaan-BBM-Bersubsidi-Akibat-Kelalaian-Pertamina.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar